welcome

私のブログへようこそ

Jumat, 30 November 2012

the GazettE

ガ ゼット (Gazetto) yg sekarang ditulis the GazettE, adalah band J-Rock visual kei (walaupun aliran musiknya tidak jelas) yang dibentuk pada tahun 2002. the GazettE memberi warna tersendiri pada lagu2nya, sehingga terdapat bermacam-macam jenis musik pada lagu2 the GazettE, mulai dari lagu slow yg menyentuh hati, sampai lagu heavy metal yg memecahkan telinga.

Vocalist: Ruki

Guitarist: Uruha 

Guitarist: Aoi

Bassist: Reita

Drummer: Kai


Reita dan Uruha adalah teman yg sudah kenal sejak SD dan tergabung dalam club sepakbola. Mereka membentuk band bernama Karasu. Setelah Karasu bubar, Reita dan Uruha bertemu dengan Ruki yang merupakan drummer dari band Mikoto. Awalnya, uruha ingin mengajak vocalis dari band Mikoto, akan tetapi sang vocalis menyarankan Ruki untuk masuk band Reita dan Uruha. Lalu dibentuklah sebuah band bernama Ma'die Kusse dengan Ruki sebagai drummer. Setelah 6 bulan, band ini akhirnya bubar.

Kai adalah drummer dari band bernama
Mareydi+Creia yg juga merupakan personil La'deathopiA sebagai drummer bersama Yune. Setelah La'deathopiA bubar, Yune bertemu dgn Aoi dan membentuk sebuah band bernama Melville atau Merveilles. Band ini tidak bertahan lama, setelah band ini bubar, Yune dan Aoi bergabung dengan band Artia yang hanya bertahan 5 bulan.

Di saat band pecah, Ruki yang baru berkenalan dengan Yune membentuk sebuah band bernama L'ie:Chris dengan Yune sebagai vokalis, dan Ruki sebagai drummer.Setelah band ini bubar, Reita, Ruki dan Uruha bergabung dengan band Kar+te=zyAnos, sedangkan Yune bergabung dengan band lain bernama Vall'na racill. Setelah masing-masing band pecah, Reita, Uruha, Ruki, dan Yune membentuk sebuah band bernama
ガ ゼット (Gazetto). Yune mengajak Aoi yg berperan sebagai gitaris. Ruki dan Yune bertukar posisi, Yune menjadi drummer, dan Ruki menjadi vokalis.

Berikut adalah perjalanan karir the GazettE yang saya copas abis2an dari gazerukira.blogspot.com:


Dengan manajemen artis mereka Matina, modal awal saat itu hanyalah sebuah untitled demo tape. Single pertamanya yang berjudul Wakaremichi dirilis bersamaan dengan video pertama mereka, Sentimental video. Rupanya mereka mendapat sambutan yang sangat baik, kemudian mereka kembali merilis CD dan video tersebut untuk second press. Masih di tahun yang sama, Gazette kembali mencoba keberuntungannya dengan melempar second maxi single dengan judul yang cukup panjang, "kichiku kyoushi [32sai dokushin] no nousatu kouza", dan video "shichoukaku shitsu". Disusul dengan one-man live pertamanya di Takadanobaba Area. Menjelang penutupan tahun, Gazette merilis omnibus-nya yang berjudul "yougenkyou~moon~" hanya sebanyak 1500 kopi, dan turut serta dalam konser Eternal Presents Live Tour Barrier Crash 2002 dan Matina ~Final Prelude~ [yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk DVD]


Sangat disayangkan, di awal tahun 2003 perjalanan karir mereka sempat tersandung masalah ketika sang drummer Yune memutuskan untuk mundur dari Gazette. Di tambah lagi manajemen label mereka, Matina ditutup secara resmi. Namun mereka tidak menyerah dan akhirnya 9 hari kemudian mereka menemukan pengganti Yune, yaitu Kai [mantan personil Mareydi+Creia yang juga teman Yune di La'deathopiA]. Kai dengan senang hati mau menggantikan posisi Yune sebagai drummer dan sebulan kemudian Gazette memperoleh manajemen yang baru yaitu Peace&Smile Company [PSC] manajemen yang membesarkan mereka sampai sekarang ini . Cukup dengan waktu 2 bulan saja bagi mereka untuk kembali menikmati atas panggung dalam tour final Gazette and Hanamuke di Shibuya On Air West. Dalam even ini, mereka merilis CD "otoko danketsu shiri" dan hanya dapat diperoleh di event tersebut. Usai menjalani 2 konser besar ini, Kai sempat diopname di rumah sakit akibat kelelahan fisik. Yang membuatnya terharu, saat itu ada seseorang yang mengirimkan origami 1000 bangau kertas sebagai ucapan semoga lekas sembuh.


Gazette juga sempat merilis sejumlah mini album seperti "Cockayne Soup" [mini album pertama], "Akuyuukai", "Super Margariita", dan "Hankou Seimeibun". Untuk pertama kalinya pula Gazette menjadi cover majalah untuk majalah hevn. Selain itu, bersama dengan Vidoll, Gazette tampil kembali di majalah Cure. Salah satu majalah Visual Rock Jepang dan kemudian mereka mengadakan tur bersama di musim gugur. Usai tour, Brand X [salah satu store online] mengadakan sale untuk CD "gozen 0 ji no trauma radio" akhir tahun 2003. Gazette memiliki 2 kegiatan besar, pertama adalah two-man with deadman di Shibuya 0 west dan Beauti-fool's Fest di Tokyo Bay NK Hall bersama dengan Mucc, Merii, Miyavi, D'espairsRay, deadman, Gullet. Daigo Stardust, Kra dan Pink Halleluiah.



Tanpa menunggu waktu lama, usai tahun baru Gazette menggelar live Shibuya AX one-man Tokyo Saiban-judgement day~ dan konser ini kemudian diabadikan dalam format DVD. Tidak hanya itu, Gazette juga membuka official fans club-nya [Heresy?] yang masih melayani fans lokal, dan merilis sejumlah mini album seperti "MADARA" yang menempati peringkat ke-2 Oricon indies chart. 3 buah single baru; "Zakurogata no yuutsu, Zetsu dan Miseinen"; CD "Jyuu yonsai no naifu" yang hanya dibagikan saat tour, plus ikut dalam album kompilasi Cure The Japanesque Rock Collectionz, dan merilis CD full album pertamanya bertajuk "DISORDER" yang menempati posisi ke-5 Oricon chart. Selepas merilis album DISORDER, Gazette langsung menggelar tour Trible Arrival ura tour 2004. Dua tour besar yang sudah menunggunya dijadwalkan bulan Desember, Royal Disorder tour, dan di bulan februari 2005 untuk tour Grand Royal Disorder. Bahkan mereka sempat mengadakan count down akhir tahun bersama dengan para fansnya di tengah tengah konser.


Di tengah kesibukannya ini, majalah Jepang Fool's Mate sempat mewawancarai Ruki via telepon. Dalam wawancaranya, Ruki mengaku ditahun itu dia merasa sangat fit, dan hanya sekali mengalami masalah kesehatan pada tenggorokannya. Ruki juga mengaku selama tour, Gazette bertemu band lain yang juga satu label dengannya seperti Kra dan BIS. Ia tidak menganggap mereka sebagai rival, malah menganggapnya sahabat yang dapat memotivasi untuk menjadi lebih baik. Ruki pun tidak malu untuk mengakui bahwa mereka sangat cool, dan juga memiliki kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki oleh Gazette. Ia berharap kedepannya nanti para penonton konser Gazette bisa merasakan 'disorder' ketika menyaksikan aksi panggung mereka.


kelima personil Gazette juga mengaku awalnya mereka ter-influence oleh Luna sea. Reita, Uruha dan Kai untuk pertama kalinya mencoba memainkan lagu lagu Luna sea seperti Precious, in my dream, dan Jesus. Uruha menjadi gitaris karena terinspirasi Sugizo dan sangat menghormatinya. Selain Luna sea, personil Gazette juga menyukai band band Jepang lain. Seperti Reita yang ingin menonton aksi panggung Mad Capsule Markets. Kai yang ngefans dengan Gackt dan Dir en grey. Uruha yang memilih CD B'z sebagai CD Pertama yang dibeli, Aoi yang menyukai lagu lagu Ayumi dalam album I Am. Hingga Ruki yang mengaku X japan adalah band pertama yang ditontonnya.


Di awal tahun 2005, Gazette merilis omnibus berjudul Kaleidoscope yang dicetak hanya 3000 kopi dan maxi single Reila dalam 3 tipe : Lesson G [10.000 kopi] Lesson O [10.000 kopi] dan Lesson D [edisi reguler]. Tanggal 16 dan 17 april 2005, mereka menggelar tour final Maximum Royal Disorder di Shibuya Kokaido. Ruki tampil sendiri di Mooks [Magazine Books] shoxx bis no 4. Konser standing tour 2005 final [M.R.D] di Shibuya Kokaido diabadikan dalam format DVD dan dirilis pada pertengahan tahun. Di musim panas GazettE merilis mini album Gama dan merilis single Chigire yang dijual hanya pada saat fan club lives. Di bulan september, mereka menggelar standing tour 2005 [Gama] the underground red cockroach Final [Psychedelic Dirty] dan merilis photobook pertamanya Verwelktes Gedicht.


Sejauh ini Gazette sudah menjadi cover di sejumlah majalah, seperti Shoxx, Cure, Hevn, CD data, Fool's mate, Arena 37c. Tokyo FM rock & Read. Neo genesis winter, dan masih banyak lagi.


Tidak berhenti sampai disitu, setelah melakukan serangkaian tour Gazette beristirahat singkat hingga bulan desember yang dilanjutkan dengan keikutsertaannya pada acara "PEACE & SMILE CARNIVAL TOUR 2005" di fukuoka, Osaka, Nagoya, Sapporo, Sendai dan Tokyo bersama dengan Miyavi, Kra, Kagrra dan Alicenine dengan memakai nama label dan merilis single "Cassis" yang menjadi single terakhir yang dirilis dibawah nama Gazette sekaligus single major label pertama mereka di bulan desember.


Tahun 2006, merupakan tahun yang sangat sibuk untuk Gazette. Mereka mengganti nama dari "Gazette" yang ditulis hurup Jepang [
ガゼット : Gazetto] menjadi the GazettE ditulis dalam bahasa Inggris. Band ini menggebrak tahun itu, dengan merilis album baru bertajuk NIL. Mereka dengan segera melakukan tour besar besaran, menjangkau seluruh Jepang dengan lebih dari 3 pertunjukan. Mereka juga mengadakan pertunjukan Eropa pertama mereka di the Beethovenhalle di Bonn Jerman pada akhir Juli, untuk menyenangkan fans internationalnya. Masih di tahun yang sama mereka membuka homepage resmi versi bahasa inggris pada bulan oktober.


Single "Guren" yang dirilis 13 Februari 2008, mendapat peringkat 1 di Oricon chart. Dan mengumumkan bahwa new DVD akan dirilis di bulan agustus, dan single baru "Leech" di musim gugur 2008 yang juga menempati posisi pertama oricon dailycharts.


the GazettE menyelesaikan tur One-man mereka pada bulan oktober "From the distorted City", referensi untuk lagu, "Distorted time" dalam single mereka Leech yang menggambarkan Tokyo sebagai "distorted city", dalam masa krisis masyarakat dan politik yang menyapu seluruh Jepang.


15 November 2008, the GazettE melakukan secret show pertama mereka di Statsiun Shinjuku. Sekitar dua ratus lima puluh orang mengantisipasi, tapi sebagai gantinya lebih dari tujuh ribu orang menghandiri untuk menonton. Tepatnya jumlah orang-orang di sepanjang jalan, dan polisi dipaksa untuk diam setelah 2 lagu dinyanyikan.


3 Januari 2009, the GazettE mengumumkan mereka akan merilis new single "Distress and Coma" yang didului dengan anniversary ke-7 the GazettE pada tanggal 10 maret di Makuhari Messe Convention hall dan Anniversary ke-10 record label mereka PSC.


Selanjutnya mereka merilis full-length studio album mereka, "DIM" di musim panas, diikuti dengan tour musim panas yang dimulai pada bulan juli dimana tur final dilakukan di Saitama Super arena. 7 Oktober 2009 mereka merilis new single berjudul "Before I decay", 24 Desember the GazettE melakukan Christmas Eve live sebagai penutupan tahun yang disebut, "A HYMN OF THE CRUXIFIXION"


Berganti tahun, pada maret 2010 the GazettE melakukan konser "the end of Stillness", tour yang dilakukan hanya untuk fans club saja. Setelah fans club tour, the GazettE kemudian mengumumkan single lain dan Live tour yang diberi nama "TOUR10 Nameless Liberty Six Bullets" yang dimulai pada bulan Juli di Nippon Budokan.


4 Agustus 2010, mereka merilis DVD promotional video dengan judul FILM BUG II. Diantara semua acara acara itu the GazettE mengumumkan bahwa mereka akan pindah dari King Records ke Sony Music Records dengan merilis single ke-17 mereka "SHIVER" yang juga terpilih sebagai opening theme song untuk anime sony series Kuroshitsuji II yang dirilis pada 21 juli 2010. Setelah merilis Shiver, band mengumumkan lokasi untuk tour final Tour10 NLSB dilakukan di Tokyo Dome pada 26 Desember 2010, dan 2 single RED [22 September 2010] dan PLEDGE [15 Desember 2010]



26 Desember yang lalu mereka telah sukses melakukan tour final NLSB mereka dan mengguncang arena konser dengan kapasitas 55.000 kursi itu mereka sukses memuaskan 50.000 fansnya... Dan konser itu akan diabadikan dalam bentuk DVD yang akan dirilis maret 2011 nanti...


Dan ini adalah list song of Nameless Liberty Six Bullets in Tokyo Dome :


1. RED

2. AGONY
3. Hyena
4. akai ONE PIECE
5. Psychedelic Heroine
6. SHIVER
7. GANGES ni AKAI BARA
8. PLEDGE
9. Bath Room
10. DIM SCENE
11. HEADACHE MAN
12. VERMIN
13. HESITATING MEANS DEATH
14. Cockroach
15. DISCHARGE
16. Filth in the Beauty


ENCORE

1. Ride with the ROCKERS
2. Nausea & Shudder
3. SWALLOWTAIL ON THE DEATH VALLEY
4. Ruder
5. Kantou dogeza kumiai
6. LINDA -Candydive Pinky Heaven-

ENCORE2

7. Kareuta
8. Miseinen

Dan berikut adalah
Discography yang saya copas habis2an dari wikipedia:

Album & EPs


2003-05-28 Cockayne Soup EP
2003-06-25 Akuyuukai (悪友會 ~あくゆうかい~; Meeting Bad Company) EP
2003-07-30 Spermargarita (スペルマルガリィタ) EP
2003-10-01 Hankou Seimeibun (犯行声明文; Letter of Responsibility) EP
2004-03-30 Madara(斑蠡 ~MADARA~) EP
2004-10-13 Disorder Studio album
2005-08-03 Gama (蝦蟇 (がま); Toad) EP
2006-02-08 Nil Studio album
2006-05-03 Dainihon Itangeishateki Noumiso Gyaku Kaiten Zekkyou Ongenshuu Album kompilasi
2007-07-04 Stacked Rubbish Studio album
2009-07-15 Dim Studio album
2011-04-06 Traces Best of 2005-2009 Album kompilasi







Singles


- "Wakaremichi" (別れ道; Crossroads) (April 30, 2002)

- "Kichiku Kyoushi (32sai Dokushin) no Nousatsu Kouza" (鬼畜教師(32才独身)の悩殺講座; Facinating Courses of a (32 Year-Old Single) Brutish Teacher) (August 30, 2002)
- "Gozen 0-ji no Trauma Radio" (午前0時のとらうまラヂヲ; The Radio of Post Traumatic Stress Disorder at 0:00) (November 1, 2003)
- "Zakurogata no Yuuutsu" (ザクロ型の憂鬱; Pomegranate Styled Despression) (July 28, 2004)
- "Zetsu" (舐~zetsu~; Lick) (July 28, 2004)
- "Miseinen" (未成年; Minor) (July 28, 2004)
-- "Dainippon Itangeishateki..." (大日本異端芸者的脳味噌逆回転絶叫音源集) (July 28, 2004)
- "Reila" (March 9, 2005)
- "Cassis" (December 7, 2005)
- "Regret" (October 25, 2006)
- "Filth in the beauty" (November 1, 2006)
- "Hyena" (February 7, 2007)
- "Guren" (紅蓮; Crimson Lotus) (February 13, 2008)
- "Leech" (November 12, 2008)
- "Distress and Coma" (March 25, 2009)
- "Before I Decay" (October 7, 2009)
- "Shiver" (July 21, 2010)
- "Red" (September 22, 2010)
- "Pledge" (December 15, 2010)
- "Vortex" (May 25, 2011)

Compilations


- "Yougenkyou"(妖幻鏡 moon) (December 25, 2002, Eternal)

o (With the song "Okuribi" (おくり火))
- "Kaleidoscope" (May 1, 2003, PS Company)
o (With the songs "Back Drop Junkie [Nancy]" and "Akai One Piece" (赤いワンピース))
- "Hanamuke & Gazette live"(男尻ツアーファイナル) (May 6, 2003, PS Company)
o (With the song "Machibouke no Kouen de" (待ちぼうけの公園))
- "Japanesque Rock Collectionz" (July 28, 2004)
o (With the song "Okuribi" (おくり火))
- "Rock Nippon Shouji Nori ko Selection" (ロックNIPPON 東海林のり子セレクション) (January 24, 2007)
o (With the song "Cassis")
- "Fuck the Border Line (Tribute for Kuroyume)" (February 16, 2011, Avex Trax)
o (With the song "C.Y.HEAD")

Other Releases


- "Doro Darake no Seishun." (泥だらけの青春。; Mud Covered Youth) (October 8, 2003)

- "Juuyon sai no naifu" / 14 sai no knife (十四歳のナイフ; Forty Year-Old Knife) (September 11, 2004, King Records)
- "Chigire" (チギレ; Torn) (August 10, 2005, King Records)
- "Verwelktes Gedicht" Photobook (October 20, 2005, PS Company)
o (With the song "Kare uta"(枯詩; Withered Poem))
- "NIL Band Score" Book (April 28, 2006, King Records)
- "Dainippon Itan Geisha-teki Noumiso Gyaku Kaiten Zekkyou Ongen Shuu Band Score" Book (March 13, 2007, King Records)
- "STACKED RUBBISH Band Score" Book (March 1, 2008, King Records)
- "DIM Band Score" Book (September 14, 2009, King Records)

Videography


- Shichoukaku Shitsu (視聴覚 質) (August 30, 2002)

- Sentimental Video (センチメンタルビデオ) (March 1, 2003)
- -Matina- Final Prelude Live (April 10, 2003) (Various artists)
- Hyakkiyagyou (百鬼家行) (October 1, 2003)
- Tokyo Saihan -Judgement Day- (東京裁判-Judgement Day-) (April 28, 2004, PS Company)
- Madara (DVD) (斑蠡-Madara-) (May 26, 2004, PS Company)
- Heisei Banka (平成挽歌) (August 25, 2004, PS Company)
- Peace & Smile Carnival Tour 2005 (~笑顔でファッキュー~) (2006, King Records) (with Miyavi, Kagrra, Kra, Alice Nine)
- Standing Tour 2005 Final Maximum Royal Disorder at 2005.4.17 Shibuya Kokaido Live (Standing Tour 2005 Final 「M.R.D」 at 2005.4.17 渋谷公会堂) (July 6, 2005, King Records)
- Film Bug I (June 7, 2006, King Records)
- Standing Tour 2006 Nameless Liberty. Six Guns... -Tour Final- at Nippon Budokan (日本武道館) (September 6, 2006, King Records)
- Tour 2006-2007 Decomposition Beauty—Final "Meaningless Art That People Showed" at Yokohama Arena (June 13, 2007, King Records)
- Tour 2007-2008 Stacked Rubbish Grand Finale [Repeated Countless Error] at Yoyogi National Gymnasium (August 6, 2008, King Records)
- Peace & Smile Carnival Tour 2009 at Nippon Budokan (日本武道館) (April 15, 2009, King Records) (with Miyavi, Kagrra, Kra, Alice Nine, Screw & Sug)
- Tour09 -Dim Scene- Final at Saitama Super Arena (December 16, 2009, King Records)
- Film Bug II (August 4, 2010, King Records)
- The Nameless Liberty 10.12.26 at Tokyo Dome (April 6 , 2011, Sony Music Records)

LUNA SEA

 












Lunacy pertama kali tampil dalam sebuah konser di Machida Play House yang berlokasi di Kanagawa dengan penontonnya yang hanya 15 orang. Ryuichi sebagai vokalis, Sugizo berperan sebagai lead-guitar, Inoran dengan rhythm-gitarnya, J pada bass dan yang terakhir, Shinya Sang drummer.
Keenam orang tersebut berasal dari latar belakang sosial yang berbeda, tetapi mereka bergabung menjadi satu untuk memainkan musik punk-rock yang mereka nikmati. LUNA SEA diidentikkan dengan musik original, yang merupakan tunjuan bagi mereka dalam bermain musik tanpa seorang leader.

Berselang tiga bulan setelah demo-tape pertama mereka, Lunacy, dirilis. Album ini dijual di tempat mereka menggelar konser. Masih di tahun yang sama, pada bulan Desember, mereka merekam demo-tape album yang kedua, Shade, dan yang ketiga dengan judul Lastly.

Entah karena musik mereka atau dikarenakan penampilan mereka, pihak majalah mulai tertarik untuk meliput LUNA SEA. Sebuah poto seluruh personil LUNA SEA dengan sentuhan Punk yang kental pada mereka dan juga style rambut yang sungguh mengesankan terpampang di sebuah majalah. Hal ini cukup membantu mempromosikan LUNA SEA ke seluruh Jepang. Band yang sebelumnya tidak terkenal selama 7 bulan dan hanya tampil dihadapan 15 orang, sekarang senantiasa ditonton oleh 150 orang.

Album pertama mereka, dengan Yoshiki sebagai produser album tersebut yang dirilis pada tanggal 21 Mei tahun 1991. Pada kesempatan kali ini Lunacy berubah menjadi Luna Sea, dan rilisan pertama ini disebut sebagai Luna Sea. Semenjak perilisan tersebut jumlah orang yang datang dan menikmati konser mereka semakin bertambah. Time is Dead (karya J), Blue Transparency (karya Inoran), Moon (karya Sugizo) dan Precious (karya J), yang merupakan beberapa dari karya terbaik LUNA SEA, terdapat dalam album ini. Semua lirik yang tertera merupakan buah pena Sugizo. Walaupun album ini merupakan album indie, harus diakui, karya yang mereka tampilkan jauh dari definisi buruk.

Mereka bergerak ke musik major sangat cepat, dan fansclub mereka, Slave, dibentuk pada tahun 1992 dan mereka menggelar konser di Shibuya Koukaido (dengan kapasitas 2000 orang) yang semua tiketnya langsung terjual habis dalam 30 menit menyambut hal itu. Album major pertama mereka yang berjudul Image berisi lagu seperti Wish, Dejavu, Vampire’s Talk, dan Moon (versi keduanya).

Pada tahun 1993, mereka mengeluarkan single major pertama, Believe dan album kedua, Eden. Pada album yang baru ini, kita dapat menemukan lagu-lagu melodis bernuansa punk yang berjudul Jesus, juga lagu-lagu berirama waltz seperti Providence, Believe serta Lamentable.

Di tahun berikutnya, album baru, Mother, pun dirilis. Untuk memproduksi album ini, seluruh personil LUNA SEA memutuskan untuk mengisolasi diri mereka sendiri dari dunia luar. Album ini juga merupakan album yang paling diterima dan digemari oleh kalangan fans, dimana di album inilah terdapat lagu Loveless, Rosier, Face to Face, In Future, True Blue, dan juga lagu terindah dari serentetan lagu-lagu indah lainnya, Mother, yang ditulis oleh Inoran. Secara keseluruhan, semua yang terdapat di dalam album ini sangat bagus. Tur konser Mother ditutup dengan konser, yang menjadi konser mereka yang paling terkenal dan juga terbaik, The Lunatic Tokyo.

“Style” diluncurkan dipasaran pada tanggal 22 April, 1996. album ini berbeda seratus delapan puluh derajat dengan “Mother”. Seperti biasanya, Sugizo, Inoran dan J lah yang menulis lirik untuk lagu-lagunya. Diantaranya, Desire (Sugizo), Ra-se-n dan For ever and ever (J).

Setelah beberapa bulan penuh kesibukan bersolo karir dan beragam kesuksesan yang diraih oleh setiap personilnya, ke-5 personil LUNA SEA pun kembali bersama dan tampil di atas panggung Akasaka Blitz pada tanggal 17 December tahun 1997, menandakan kembalinya LUNA SEA di kancah permusikan.

Single “Storm”, “Shine” dan “I for you” menandai pemunculan album berikutnya, yaitu Shine, yang dirilis pada bulan Juli tahun 1998, dimana pada album ini sisi “rock” dari musik mereka nyaris tersisihkan dan tergantikan oleh musik pop-rock, dan sesungguhnya lebih banyak sisi pop dibandingkan sisi rocknya. Meskipun demikian, beberapa lagu seperti “Storm”, “Shine”, “Time has come” dan juga “Another”, merupakan karya luar biasa lainnya dari LUNA SEA. Kemunculan album ini diikuti dengan tur konser mereka yang mewah, kali ini bekerja sama dengan Disney (Inoran menulis lagu penutup untuk seri anime dari Mulan:Breath).

Pada bulan Januari 1999, mereka menggelar 3 konser di 3 kota yang berbeda di Asia (diluar Jepang): Taipei, Hong-Kong dan Shanghai. Seluruh personil LUNA SEA merasa sangat puas dengan mini-tour mereka, yang hanya berlangsung selama beberapa waktu, karena mereka merasakan hal yang sama seperti dulu, ketika mereka masih manggung di live house, dan mereka merindukan hal tersebut.

Untuk hari jadi ke-10 LUNA SEA, mereka menggelar konser akbar:The Capacity Illimited. Sayangnya, badai besar yang melanda Tokyo menghancurkan sebagian besar dari panggung yang telah dipersiapkan untuk event tersebut. Tentu saja hal ini bukan suatu masalah yang dapat menghentikan suksesnya konser tersebut, karena 100.000 orang hadir dalam konser tersebut. Ke-5 personil LUNA SEA, dengan menggunakan helikopter, seperti yang dilakukan The Beatles beberapa dekade sebelumnya, naik ke atas panggung. Konser tersebut ditutup dengan pertunjukan kembang api besar-besaran. Di saat yang bersamaan mereka juga mengeluarkan album kumpulan single terbaik yang pertama: Never sold out.

Pada tanggal 1 Januari tahun 2000, tepat tengah malam, LUNA SEA menggelar konser di Zepp Tokyo dalam rangka menyambut millennium baru. Mereka kembali memainkan “sweetest coma”,yang di komposisi oleh J dan digunakan sebagai lagu penutup film James Bond terbaru saat itu di Jepang. Pada tanggal 29 Maret, Gravity, sebuah single yang di komposisi oleh Inoran, dirilis. Menyusul “Gravity”, “Tonight” (dikomposisi oleh J) juga diluncurkan ke pasaran, tepatnya pada tanggal 17 Mei.

Pada tanggal 25 Juni, di konser “Premiere of Lunacy”, mereka memberikan sesuatu yang baru bagi para fans. Ketimbang memainkan Wish sebagai penutup konser, seperti yang biasa mereka lakukan, kini mereka menyuguhkan lagu baru, yang akan dirilis di album mereka berikutnya. Sayangnya, para penonton tidak terlalu antusias bahkan sedikit kecewa, hal ini dikarenakan mereka telah terbiasa dan bersemangat untuk menikmati lagu Wish. Lunacy, album ke-7 yang disuguhkan oleh LUNA SEA, selain mempunyai pelafalan bunyi indentik dengan nama band mereka sendiri, menawarkan kombinasi karya musikal yang bagus, disuatu sisi terasa “keras”, tetapi juga memiliki sisi lembutnya. Dari lagu Mary hingga Kiss, Gravity, Crazy about you dan sebagainya, setiap orang pasti dapat menemukan lagu favorit mereka sendiri.

Pada tanggal 8 November, ketika mereka menggelar tur konser Brand new Chaos act 2, berita menggemparkan yang tak pernah terlintas di benak siapa pun beredar: LUNA SEA bubar. Para personil LUNA SEA selalu menolak untuk menggunakan istilah bubar (split), mereka selalu menggunakan kata “menutup tirai” (drop-curtain), bahkan sampai sekarang. Love Song menjadi karya penutup dari karir mereka selama ini.

Ditanggal 27 Desember, mereka menggelar konser terakhir mereka, Last Live. Meskipun setiap personilnya akan menempuh jalan mereka masing-masing, tetapi mereka meninggalkan panggung dengan menggenggam tangan satu sama lain.

L`arc~en~ciel

 
L'Arc en Ciel didirikan oleh Tetsu pada Februari 1991. sekitar awal tahun 1991 dua orang anak muda bernama Tetsu dan Hiro membentuk sebuah grup band. Tetsu berperan sebagai bassis berikut vokal sementara Hiro sebagai gitaris. Pada waktu itu Hyde masih menjadi gitaris di sebuah band bernama Kiddies Bomb, yang kemudian berganti nama menjadi Jerusalem’s Rod dan Hyde berganti posisi menjadi vokalis (meskipun pada saat itu ia sama sekali tidak tertarik dengan perannya tersebut).

L'Arc~en~Ciel (ラルク アン シエル Raruku An Shieru, "Pelangi" dalam bahasa Prancis?) adalah nama grup musik Jepang beraliran J-Rock. Band ini beranggotakan Hyde (vokal), Ken (gitar), Tetsu (bass), dan Yukihiro (drum). Pada suatu hari Tetsu menyaksikan penampilan grup band tersebut untuk kali pertama. Ketika itu ia merasa yakin bahwa Hyde adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi vokal di grup band-nya. Maka selama beberapa waktu ia terus mengikuti penampilan band tersebut, hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Hyde dan rekannya di Jersarem’s Rod, Pero untuk bergabung dengannya.

Setelah beberapa kali melakukan session, Hyde akhirnya memutuskan untuk meninggalkan band lamanya dan bergabung bersama band Tetsu. Maka terbentuklah formasi paling awal L’Arc~en~Ciel, yakni Tetsu (bass sekaligus pemimpin band), Hyde (vokal), Hiro (gitar), dan Pero (drum). Nama L’Arc~en~Ciel sendiri diusulkan oleh Tetsu yang terinspirasi oleh sebuah film Perancis yang berjudul sama. L’Arc~en~Ciel diambil dari Bahasa Perancis yang memiliki arti PELANGI.

Penampilan live pertama mereka yaitu pada tanggal 30 Mei 1991 di Nanba Rockets. Bahkan ketika itu sang pemilik panggung berpikir bahwa L’Arc~en~Ciel akan menjadi sangat terkenal, dan hal itu terbukti beberapa tahun kemudian.

Pada bulan Juni 1992 tanpa alasan yang jelas, Hiro mengundurkan diri tepat sebelum mereka akan memulai demo rekaman. Setelah berbagai macam persiapan yang telah mereka lakukan sebelumnya untuk rekaman, misalnya mereka telah menyewa studio dan lain sebagainya, tentu akan sangat konyol apabila mereka membatalkannya. Maka Tetsu kemudian membujuk Ken, teman masa kecilnya untuk membantu dalam pembuatan demo. Ken menyanggupinya dan pada waktu itu ia harus menghafal seluruh lagu yang akan dimasukkan ke dalam album dalam waktu yang cukup singkat, yakni 5 hari, akan tetapi ia mampu melakukannya, dan proses rekamanpun akhirnya dapat selesai dalam 3 hari.

Akan tetapi muncul masalah baru, mereka harus manggung, namun Ken pada saat itu masih berstatus mahasiswa jurusan Arsitektur semester akhir di sebuah perguruan tinggi di Nagoya. Tentunya akan sulit melakukan dua kegiatan sekaligus, kuliah dan nge-band. Akhirnya hanya dalam tempo 3 hari saja Ken mengambil satu langkah berani dengan memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliahnya dan bergabung dengan L’Arc~en~Ciel (meskipun pada saat itu ia tidak begitu yakin akan masa depannya di musik). Keputusannya itu tentu saja ditentang habis oleh orang tuanya yang menginginkan ia menjadi seorang sarjana. Akibatnya ia diusir dari rumah dan tidak pernah bertegur sapa lagi dengan orang tuanya.

Pada tanggal 1 Oktober 1992, mereka merekam Voice untuk album Omnibus CD bertajuk “Gimmick”. Beberapa minggu kemudian, tepatnya tanggal 25 November 1992 mereka merilis single pertamanya yang berjudul Flood of Tears (c/w Yasuoka) sehingga aktivitas panggung mereka bertambah padat dan penggemar pun mulai bertambah.

L'Arc~en~Ciel, grup band, biografi

Tanggal 30 Desember 1992 lagi-lagi L’Arc~en~Ciel harus kehilangan salah satu anggotanya. Pero mengundurkan diri tepat setelah penampilan live mereka di Osaka Music Hall. Maka kemudian Tetsu mulai mencari drummer pengganti, ia lebih memilih untuk mencarinya di Tokyo, toh pada saat itu ia pikir pada akhirnya mereka akan merantau ke Tokyo.

Pada suatu hari ia melihat penampilan Sakura yang langsung menarik perhatiannya. Kemudian Tetsu mencoba mengajaknya bergabung bersama L’Arc~en~Ciel dengan cara mengirimkan demo tape kepada Sakura. Lantas Sakura pun pergi ke Osaka untuk melakukan jam session bersama mereka. Dan setelah itu ia secara resmi bergabung dengan L’Arc~en~Ciel pada 16 Januari 1993.

ada tanggal 10 April 1993, album pertama mereka sebagai band indies, yang bertajuk DUNE dirilis dan meraih kesuksesan. Album tersebut berhasil meraih posisi puncak di Oricon Indies Chart (Tangga Lagu Terpopuler di Jepang) pada bulan Mei, dan hanya dalam tempo 3 bulan berhasil terjual sebanyak 20.000 keping CD. Hal tersebut membukakan kesempatan bagi mereka untuk tampil di dalam konser band-band indies “Karei naru masho” yang diadakan di Shibuya Kokaido, yang ketika itu disaksikan oleh sekitar 2000 penonton. Maka popularitas L’Arc~en~Ciel mulai berkembang tidak hanya di Osaka, namun sudah mulai merambah ke Tokyo. Dan pada bulan September 1993 mereka pindah ke Tokyo untuk meningkatkan karier mereka (meskipun Hyde tidak terlalu menyukai gagasan pindah ke Ibukota Jepang tersebut).

Video single mereka Nemuri Ni Yosete dirilis pada tanggal 1 Juli 1994, menyusul dua minggu kemudian, yakni pada tanggal 14 Juli 1994 album kedua mereka TIERRA yang merupakan album pertama mereka yang berlabel major. Sekaligus juga menjadi hari pertama tur Sense of Time. Pada tanggal 9 September di tahun yang sama, mereka melawat ke Maroko dalam rangka pembuatan video Siesta ~film of dream~, yang merupakan kali pertama bagi mereka bekerja di luar Jepang, tentunya menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan bagi mereka. Film tersebut dirilis pada akhir tahun tersebut.

Pada tanggal 21 Oktober 1994, single pertama mereka dengan Sony dirilis, dengan judul Blurry Eyes. Lagu ini dijadikan lagu tema untuk salah satu produksi serial animasi Jepang yang berjudul D.N.A^2. Kemudian pada tanggal 1 Desember di tahun tersebut Fans Klub Resmi L’Arc~en~Ciel, “CIEL” didirikan. Lalu pada awal tahun 1995, mereka mengadakan tur khusus bagi para anggota fans klub yang diberi judul Ciel/winter ‘95.

Tanggal 21 Mei 1995 merupakan tanggal di mana single video berjudul and She Said dirilis dan merupakan hari pertama dari rangkaian tur di 19 kota di Jepang yang bertajuk In Club ‘95. Dan pada 6 Juli, single kedua mereka yang berjudul Vivid Colors dirilis. Lagu tersebut menjadi lagu ending Guru Guru 99, dan side B dari lagu tersebut, Brilliant Years dijadikan lagu ending untuk acara “Shin dora” di Nippon-TV (NTV).

Album ketiga mereka, HEAVENLY dirilis pada tanggal 1 September 1995. Pertama kalinya album mereka masuk ke Oricon Chart (major label band) langsung di posisi ketiga. Dalam album ini sepertinya terjadi perubahan warna musik mereka dibandingkan dengan dua album sebelumnya (bisa dikatakan bahwa musikalitas mereka menjadi semakin matang). Seperti yang diungkapkan Tetsu bahwa mereka mencoba sesuatu yang berbeda dan baru dalam musik mereka.

Tanggal 12 Desember, album keempat mereka TRUE dirilis. Merupakan album tersukses mereka selama lima tahun terakhir karier mereka,
sebab pada minggu pertamanya album tersebut berhasil meraih posisi runner-up di Oricon Chart, dan pada minggu keenamnya berhasil menduduki posisi jawara. Album ini bertahan selama 9 minggu dalam daftar 10 besar di Oricon Chart. Tanggal 23 mereka memulai tur mereka yang bertajuk Carnival of True menggelar 10 konser di berbagai penjuru Jepang, diawali di Osaka Jyo Hall.

Bulan April 1997 akan selalu tercatat dalam sejarah perjalanan karier L’Arc~en~Ciel sebagai masa-masa mimpi buruk. Bagaimana tidak, di tengah kegemilangan yang berhasil dicapai oleh mereka, Sakura, dengan terpaksa harus meninggalkan rekan-rekannya di L’Arc~en~Ciel setelah selama kurang lebih lima tahun bersama-sama merintis kesuksesan di pentas musik Jepang khususnya. Ia mesti rela didepak dari posisinya sebagai drummer L’Arc~en~Ciel setelah terkait dengan kasus kepemilikan serta penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Peristiwa tersebut berimbas pada pembatalan seluruh aktivitas Laruku seperti peluncuran single mereka The Fourth Avenue Cafe dan tur yang telah dijadwalkan. Bahkan semua merchandise mereka ditarik dari pasaran!

Meskipun rekan-rekan Sakura di Laruku tidak menginginkannya pergi, namun atas kehendak perusahaan rekaman dan produser, ia sejak bulan April mundur dari Laruku. “Aku sangat menyesal, aku telah melakukan hal yang sangat bodoh, dan tak pantas untuk dimaafkan. Aku tidak berhak lagi untuk tetap berada di dalam band, semua ini salahku. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi L’Arc~en~CIel, aku berharap agar mereka tetap berjuang dan semoga semakin sukses di masa mendatang”, itulah kata-kata perpisahan yang diucapkan oleh Sakura ketika ia meninggalkan Laruku. Yang paling terpukul dalam peristiwa ini adalah Hyde, sebab di antara rekan-rekannya yang lain ia dan Sakura merupakan sahabat yang paling dekat. Maka sejak insiden tersebut, anggota Laruku tinggal tersisa tiga orang.

Setelah kepergian Sakura, Tetsu segera mencari drummer pengganti. Suatu ketika ia mendengar Yukihiro, eks-Zi:Kill dan Die in Cries yang keduanya telah disbanded atau membubarkan diri. Tetsu tertarik dengan permainan drumnya, maka selanjutnya disusunlah rencana pendekatan oleh Tetsu. Menurut kabar yang beredar, Tetsu dan Yukihiro berkenalan lewat game Evangelion, di mana Tetsu meminta Yukihiro untuk mengajarinya permainan tersebut. Lantas Tetsu berbicara dengan Yukihiro mengenai peristiwa menyedihkan yang menimpa grup bandnya. Bak gayung bersambut, Yukihiro menawarkan bantuannya kepada Tetsu untuk proses rekaman Niji. Akhirnya single ketujuh L’Arc~en~Ciel yang berjudul Niji—bahasa Jepang, yang memiliki arti yang sama dengan L’Arc~en~Ciel, yaitu Pelangi—dirilis pada tanggal 17 Oktober 1997.

L’Arc~en~Ciel muncul kembali secara resmi sejak tanggal 13 Desember 1997 dengan menggelar konser berjudul Reincarnation yang digelar di Tokyo Dome. Pada saat itu Laruku terdiri dari tiga orang personil resmi, yaitu Hyde (vokal), Tetsu (bass), Ken (gitar) dan satu personil tambahan (additional player/supported player) di posisi drummer, yakni Yukihiro.

Baru pada tanggal 1 Januari 1998, Yukihiro secara ofisial bergabung dengan L’Arc~en~Ciel menggantikan Sakura yang telah resmi keluar dari Laruku sejak 4 November 1997. Meskipun demikian, masuknya Yukihiro ke L’Arc~en~Ciel menciptakan suatu polemik di kalangan fans mereka, ada yang pro dengan kedatangan Yukihiro ada juga yang kontra. Memang cukup wajar seandainya masih banyak fans yang belum bisa menerima kepergian Sakura, sebab bagaimanapun juga Sakura telah menjadi bagian dari Laruku selama lima tahun yang bisa dikatakan tidak sebentar, bahkan ia turut mewarnai musik L’Arc~en~Ciel dengan style drumnya.

A Piece of Reincarnation, menjadi salah satu bukti kebangkitan kembali L’Arc~en~Ciel di percaturan musik Jepang." Setelah insiden yang mencoreng wajah L’Arc~en~Ciel pada tahun 1997 dan pergantian personil pada awal 1998 tidak berarti mereka kehilangan penggemarnya, hal itu dibuktikan dengan habisnya 56.000 lembar tiket konser Reincarnation dalam rentang waktu hanya 4 menit! Bahkan menginjak tahun 1998 karier mereka semakin menanjak. Bisa dibilang bahwa tahun 1998 merupakan masa keemasan Laruku, di mana pada tahun tersebut hampir semua single dan album yang mereka rilis berhasil meraih kesuksesan dan berbagai penghargaan. Mereka adalah artis paling sibuk pada saat itu.

Diawali pada akhir bulan Januari dengan meluncurkan single ke delapan mereka berjudul Winter Fall yang menjadi single pertama mereka yang mampu menduduki posisi jawara di Oricon Chart. Pada tanggal 25 Februari 1998 album kelima L’Arc~en~Ciel, HEART diluncurkan, hebatnya album ini selain mampu mencapai posisi puncak Oricon Chart, angka penjualannya pun mencapai 1 juta kopi dalam minggu pertamanya! Tanggal 25 Maret, single ke sembilan Dive to Blue dirilis dan berhasil pula menapaki posisi pertama di Oricon Chart. Selanjutnya pada tanggal 22 April, video A Piece of Reincarnation diluncurkan dan lagi-lagi menjadi nomor satu di Oricon Chart selama dua minggu berturut-turut.

Tahun 2000 mereka awali dengan merilis double maxi single Neo Universe/finale pada tanggal 19 Januari, disusul kemudian Stay Away. Tanggal 20 Juni, album ECTOMORPHED WORK dirilis. Album tersebut berisikan beberapa lagu L’Arc~en~Ciel sebelumnya yang telah di-remix oleh Yukihiro (sangat menarik!) dan album selanjutnya REAL pada tanggal 20 Agustus 2000.

Setelah vakum selama tiga tahun dengan spekulasi tentang kemungkinan bubarnya band ini, L’Arc~en~Ciel mengejutkan fans mereka dengan mengumumkan sebuah seri dari tujuh konser yang diberi judul Shibuya Seven Days, yang diikuti dengan perilisan single baru mereka. Berada di peringkat atas tangga lagu dan dipakai sebagai lagu pembuka animasi Fullmetal Alchemist, READY STEADY GO dijual di bulan Februari 2004. Mengikuti perilisan single berikutnya, L’Arc~en~Ciel kemudian merilis album yang banyak ditunggu-tunggu, SMILE, pada tanggal 31 Maret.

Pada tanggal 1 Desember 2009, L'Arc-en-Ciel mengumumkan perilisan single terbaru bertajuk, "BLESS", yang akan dirilis pada tanggal 27 Januari 2010. Lagu tersebut digunakan sebagai lagu tema untuk siaran NHK 2010 Olimpiade Vancouver. Tidak ketinggalan, Tetsu mengumumkan bahwa dia berubah nama panggung menjadi "Tetsuya" dan merilis buku artis pertamanya , yang menempati peringkat nomor enam di antara Charts Talent Buku, sementara yang menampilkan gambar hidup awal dan wawancara dengan 30.000 karakter bassis.

Pada tanggal 1 Januari 2011, L'Arc-en-Ciel merayakan ulang tahun ke-20 dan Tahun Baru dengan acara tengah malam "L'A Happy New Year!" di Makuhari Messe International Convention Complex. Pada tanggal 16 Februari 2011, mereka merilis album kompilasi berikutnya bernama Twenity, yang terdiri dari tiga bagian, Twenity 1991-1996, Twenity 1997-1999, dan Twenity 2000-2010, dan diikuti oleh satu set kotak, BoxTwenity, pada 9 Maret 2011. Untuk lebih merayakan 20 tahun kebersamaan mereka , L'Arc~en~Ciel mengadakan Konser 20th L'Anniversary di Stadion Ajinomoto di Tokyo pada 28-29 Mei, 2011, dengan setiap hari yang didedikasikan untuk satu setengah dari karir panjang mereka. Meskipun konser itu direncanakan sebelum Gempa Besar Jepang Timur, semua hasil dari konser akan disumbangkan untuk upaya bantuan untuk tragedi itu. Pada akhir konser, diumumkan bahwa L'Arc~en~Ciel akan kembali dengan mengelar L'Anniversary Tour Jepang untuk 2011, serta World Tour untuk 2012 ,dan menandakan kembalinya mereka dari vakumnya.

X-Japan

X Japan (エックス ジャパン, X Japan) adalah band musik J-Rock asal Jepang yang dibentuk tahun 1982 oleh pianis sekaligus drumer bernama Yoshiki dan vokalis Toshimitsu "Toshi" Deyama. Band yang aslinya bernama X ini melambung ke puncak kesuksesan setelah merilis album kedua mereka Blue Blood. Mereka memulai karir sebagai band Heavy metal dan akhirnya beralih ke Progressive Rock, sambil terus menulis lagu-lagu ballad . Mereka sendiri menyebut musik mereka sebagai "Speed Metal" dan "Rock Ballad". Setelah mengeluarkan 3 album berikutnya, band ini bubar tahun 1997, setelah menyelenggarakan konser "The Last Live" tanggal 31 Desember1997.




Setelah hampir 10 tahun bubar, X JAPAN kembali melakukan pertunjukkan perdananya di hadapan publik pada saat pengambilan gambar untuk PV terbaru mereka,"I.V.",di Odaiba Aqua City pada tanggal 22 Oktober 2007.


Personil





Final :




Toshi (Toshimitsu Deyama) - vokal


Heath (Hiroshi Morie) - bass (1992 - )


Pata (Tomoaki Ishizuka) - gitar (1987 - )


hide (Hideto Matsumoto) - gitar (1987-1998)


Yoshiki (Yoshiki Hayashi) - drum, piano




Mantan personil


Taiji (Sawada Yasushi) - bass (1986-1982)




Mantan personil (era Indie)


Jun/Shu (Hisashi Takai) - gitar (1985, 1986)


Hikaru - bass (1986)


Atsushi (Atsushi Tokuo) - bass (1985)


Eddie - gitar (1985)


Hally (Yoshifumi Yoshida) - gitar (1985)


Isao - gitar (1987)


Kerry - gitar (1986)


Satoru - gitar (1986)


Terry (Yuji Izumisawa) - gitar (1983-1985)


Tomo (Tomoyuki Ogata) - gitar (1984-1985)


Zen (Zenon) - gitar (1985-1986)






Diskografi : Album Studio




01. [1988.04.04] Vanishing Vision


02. [1989.04.21] Blue Blood


03. [1991.07.01] Jealousy


04. [1993.08.28] Art Of Life


05. [1996.11.04] Dahlia






Live show


X Japan dikenal selalu melakukan pertunjukkan live yang spektakuler. Di tahun 1982 (saat band baru terbentuk) mereka sering tampil di festival-festival budaya dan beberapa pesta, hal ini menyebabkan X Japan dengan cepat mempunyai banyak fanbase.




Sehari setelah peluncuran album pertama mereka,Vanishing Vision,mereka menggelar konser di Tokyo Nakano Kōkaido, mereka juga sudah memulai tur pertama mereka, Vanishing Tour. Di tahun 1989 mereka menggelar tur di beberapa kota,Blue Blood Tour, tur itu untuk mempromosikan album baru mereka, Blue Blood. Tur ini sukses luar biasa.




X Japan merilis album ketiga mereka pada tanggal 1 Juli 1991. Pada bulan Januari 1992, mereka menggelar konser di Tokyo Dome selama 3 malam. Konser ini merupakan konser terakhir Taiji. Setelah Taiji keluar dari band, X Japan berhenti melakukan tur, karena mereka sedang mencari Bassis untuk menggantikan posisi Taiji. Di tanggal 31 Desember 1993, mereka melakukan live pertama mereka dengan Heath diposisi bass. Konser tersebut diberi nama X Japan Returns, karena sejak tahun 1992 mereka tidak pernah menggelar konser lagi. Konser selama dua hari itu sukses besar, Tokyo Dome dipenuhi oleh para fans.




Di awal tahun 1995, X Japan mulai memainkan lagu-lagu baru di beberapa acara televisi Jepang seperti Music Station (dan acara spesial tahunan Super Live) dan Hey!Hey!Hey! Music Champ. Pada bulan November tahun itu, mereka menggelar Dahlia TOUR (untuk mempromosikan album terakhir mereka, DAHLIA). Tur tersebut selesai di 2 hari terakhir tahun itu di Tokyo Dome. Akhirnya, karena perpecahan di band, X Japan menggelar konser terakhir mereka pada tanggal 31 Desember 1997, The Last Live.

Selasa, 27 November 2012

Suatu ketika, hiduplah pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di bawah teduh dan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.

"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang; tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. "

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.

"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"

"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.

"Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian."Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."

"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.

"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.

"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.

"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."

"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua.
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.


Read more: http://www.klinikrohani.com/2008/12/kisah-pohon-apel.html#ixzz2DV6x96XA

Senin, 26 November 2012

Kagrra


Yap, buat para penikmat musik jepang pasti tahu Kagrra adalah band yang sangat keren dan selalu menggabungkan unsur budaya Jepang kedalam musiknya, biasa dibilang, neo japanese...mereka adalah band dengan label PSC company, satu label dengan alice nine dan the gazette. meskopun lebih banyak orang mengenal the gazette,  tetapi kagrra jangan dilihat sebelah mata, mereka punya musikalitas yang sangat tinggi , disamping itu nuansa lagu mereka menurutku sangat khas dengan nuansa Exotic Japanese, yang artinya setiap saat aku mendengar lagu ini, aku terasa sedang di jepang, ...
sayang vokalis dari band ini sudah meninggal. sampai saat inipun saya belum tahu mengapa sebab kematian sang vokalis bernama isshi tersebut. tapi yang jelas, aku tetap suka dengan lagu kagrra atau setidaknya dengan lagu yang sudah mereka bawakan sejak mereka berdiri...


Isshi() a.ka Shinohara Hitoshi a.ka isshin
posisi: Vokalis
tanggal lahir: 7 desember
golongan darah: A
tinggi: 1,73 m
berat: 54 kg
hobi: membaca
warna favorit: hitam
makanan favorit: semangka
lagu kagrra favorit: Sakura ~saikai no hana~
tempat favorit: Nagano
KEMATIAN ADALAH... “awal dari keabadian”

 Akiya () a.ka Akiya Kazuhiro
posisi: lead guitar
tanggal lahir: 25 agustus
golongan darah: B
tinggi: 1,75 m
berat: 57 kg
hobi: ?? (mattari)
warna favorit: hitam, mera, putih
makanan favorit: Nashi
tempat favorit: ruangannya sendiri
KEMATIAN ADALAH... “sebuah akhir”


 
 Shin () a.ka Makoto Hashimoto a.ka Shinpei
posisi: Gitaris tapi dipertengahan main koto ^^v
tanggal lahir: 11 september
golongan darah: B
tinggi: 1,64 m
berat: 50 kg
hobi: tidur siang (shinpei ternyata tukang molor!! XXD)
warna favorit: hitam, silver, biru
makanan favorit: yoghurt
tempat favorit: didalam futon-nya (so.typical)
KEMATIAN ADALAH... “otsukaresama!(ucapan yang biasa dikatakan ketika telah selesai bekerja kepada yang masih bekerja. Artinya semacam terimakasih untuk pekerjaan hari ini)”


Nao( ) a.ka yamada Naoki a.ka Naoran
posisi: bassist(merangkap suami saya ^^ *dugulingin ke tempat sampah)
tanggal lahir: 5 febuari
golongan darah: A(mungkin??)
tinggi: 1,75 m
berat: 57 kg
hobi: berjalan kaki
warna favorit: putih
makanan favorit: kare, permen karet
tempat favorit: kebun bunga
KEMATIAN ADALAH... “TV yang berharga” 


 Izumi () a.ka Izumida Shinichirou a.ka Ijum (*digebukin Izumi)
posisi: drummer
tanggal lahir: 11 febuary
golongan darah: O
tinggi: 1,62 m
berat: 56 kg
hobi: billiards
warna favorit: biru
makanan favorit: ramen dan makanan mandaarin
tempat favorit: Hokkaido
KEMATIAN ADALAH... “kebahagiaan” (???????????????)


Bunga sakura


         Sakura (桜, 櫻?) bersama dengan bunga seruni, merupakan bunga nasional Jepang yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar awal April hingga akhir April.
Sakura dapat terlihat di mana-mana di Jepang, diperlihatkan dalam beraneka ragam barang-barang konsumen, termasuk kimono, alat-alat tulis, dan peralatan dapur. Bagi orang Jepang, sakura merupakan simbol penting, yang kerap kali diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, serta juga merupakan simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.

Pemerian

         Pohon sakura adalah salah satu pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus Prunus sejenis dengan pohon prem, persik, atau aprikot, tetapi secara umum sakura digolongkan dalam subgenus sakura. Asal-usul kata "sakura" adalah kata "saku" (bahasa Jepang untuk "mekar") ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak "ra". Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.
Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala.
Bunga digolongkan menjadi 3 jenis berdasarkan susunan daun mahkota:
  • bunga tunggal dengan daun mahkota selapis
  • bunga ganda dengan daun mahkota berlapis
  • bunga semi ganda
         Pohon sakura berbunga setahun sekali, di pulau Honshu, kuncup bunga sakura jenis someiyoshino mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat.
 

         Di Jepang, mekarnya sakura jenis someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat liburan Golden Week.
Setiap tahunnya pengamat sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga sakura someiyoshino dari barat ke timur lalu utara yang disebut sakurazensen. Dengan menggunakan peta sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

Ciri khas

         Ciri khas sakura jenis someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan.
Bunga sakura jenis someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.
         Kesempatan langka piknik beramai-ramai di bawah pohon sakura untuk menikmati mekarnya bunga sakura disebut hanami (ohanami). Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.
         Di Jepang terdapat standar untuk menyampaikan informasi tingkat mekar bunga sakura, mulai dari terbukanya kuncup bunga (kaika), mekarnya 10% dari kuncup bunga yang ada di pohon (ichibuzaki) sampai bunga mekar seluruhnya (mankai). Bunga yang rontok segera digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pohon sakura yang bunganya mulai rontok dan mulai tumbuh daun-daun muda sebanyak 10% disebut ichibu hazakura. Sementara itu, pohon sakura yang semua bunga sudah rontok dan hanya mempunyai daun-daun muda disebut hazakura (sakura daun).
         Bunga dari pohon jenis yamazakura mekar lebih lambat dibandingkan jenis someiyoshino dan bunganya mekar bersamaan dengan keluarnya daun-daun muda

Konsumsi bunga sakura

         Daun dan bunga sakura yang sudah direndam di dalam air garam (shiozuke) dimanfaatkan untuk bahan makanan karena wanginya yang harum. sakura mochi adalah kue moci yang dibungkus daun sakura. Ada juga es krim dan kue kering rasa bunga sakura. Teh bunga sakura umumnya diminum pada kesempatan istimewa seperti pesta pernikahan. Ranting dan kuncup bunga sakura juga digunakan sebagai bahan pewarna alami.

Jenis-jenis

Kanhizakura (Prunus campanulata Maxim)

Yamazakura
         Sebagian besar jenis pohon sakura merupakan hasil persilangan, misalnya jenis someiyoshino yang tersebar di seluruh Jepang sejak zaman Meiji adalah hasil persilangan pohon sakura di zaman Edo akhir. Sakura jenis someiyoshino inilah yang sangat tersebar luas, sehingga kebanyakan orang hanya mengenal someiyoshino (yang merupakan salah satu jenis sakura) sebagai sakura.
         Pada zaman dulu sebelum ada jenis someiyoshino, orang Jepang mengenal bunga sakura yang mekar di pegunungan yang disebut yamazakura dan yaezaki no sakura sebagai sakura. Di saat mekarnya bunga sakura, ribuan batang pohon Yamazakura yang tumbuh di Pegunungan Yoshino (Prefektur Nara) menciptakan pemandangan menakjubkan warna putih, hijau muda, dan merah jambu.
Beberapa jenis sakura:
  • Edohigan
         Edohigan adalah sakura yang mekar di Hari Ekuinoks Musim Semi dan bunganya paling panjang umur. Jenis-jenis lain yang serupa dengan edohigan adalah ishiwarizakura dan yamadakashinyozakura yang termasuk pohon sakura yang dilindungi. Miharutakizakura adalah salah satu jenis edohigan yang rantingnya menjuntai-juntai, sedangkan yaebenishidare dikenal daun bunganya yang banyak dan warnanya yang cerah.
  • Hikanzakura
        Hikanzakura atau disebut juga kanhizakura adalah sakura yang tersebar mulai dari wilayah Tiongkok bagian selatan sampai ke Pulau Formosa. Kanhizakura banyak ditemukan tumbuh liar di Prefektur Okinawa. Bagi orang Okinawa, kata "sakura" sering berarti hikansakura. Pengumuman mekarnya bunga sakura di Okinawa biasanya berarti mekarnya hikanzakura. Di Okinawa, kuncup bunga hikanzakura mulai terbuka sekitar bulan Januari atau Februari. Di Pulau Honshu, hikanzakura banyak ditanam mulai dari wilayah Kanto sampai ke Kyushu dan biasanya mulai mekar sekitar bulan Februari atau Maret.
  • Shidarezakura
  • FuyuzakuraFuyuzakura (sakura musim dingin) adalah jenis pohon sakura yang bunganya mekar sekitar bulan November sampai akhir bulan Desember. Onishimachi di Prefektur Gunma adalah tempat melihat fuyuzakura yang terkenal.

Sakura dan buah ceri

         Pohon sakura menghasilkan buah yang dikenal sebagai buah ceri (bahasa Jepang: sakuranbo). Buah ceri yang masih muda berwarna hijau dan buah yang sudah masak berwarna merah sampai merah tua hingga ungu. Walaupun bentuknya hampir serupa dengan buah ceri kemasan kaleng, buah ceri yang dihasilkan pohon sakura ukurannya kecil-kecil dan rasanya tidak enak sehingga tidak dikonsumsi.
         Pohon sakura yang menghasilkan buah ceri untuk keperluan konsumsi umumnya tidak untuk dinikmati bunganya dan hanya ditanam di perkebunan. Produsen buah ceri terbesar di Jepang berada di Prefektur Yamagata. Buah ceri produk dalam negeri Jepang seperti jenis sato nishiki harganya luar biasa mahal. Di Jepang, buah ceri produksi dalam negeri hanya dibeli untuk dihadiahkan pada kesempatan istimewa. Buah ceri yang banyak dikonsumsi masyarakat di Jepang adalah buah ceri yang diimpor dari negara bagian Washington dan California di Amerika Serikat.

Tempat-tempat pilihan untuk melihat bunga Sakura

         Di tahun 1990, Asosiasi Bunga Sakura Jepang (Japan Cherry Blossom Association) mengeluarkan daftar 100 tempat terpilih untuk melihat keindahan bunga Sakura.
Daerah Kanto:
  • Tokyo: Taman Ueno (Taito-ku), Taman Shinjuku-gyoen (Shinjuku-ku), Taman Sumida (Sumida-ku), Taman Koganei (kota Koganei), Taman Inogashira (kota Musashino)
Daerah Tokai:
  • Prefektur Gifu: Taman Usuzumi/Neodani (kota Motosu), Pinggir Sungai Shinsakai (kota Kakamigahara), Kamagatani (kota Ikeda)
Daerah Kansai:
  • Prefektur Osaka: Taman Istana Osaka (Osaka), The Mint Bureau (Osaka), Taman Expo '70 (kota Suita)
  • Prefektur Hyogo: Taman Istana Himeji (kota Himeji), Taman Akashi (Kota Akashi), Taman Shukugawa (Nishinomiya)
  • Prefektur Nara: Taman Nara (kota Nara), Pegunungan Yoshino (kota Yoshino), Taman Kooriyamajoshi (Yamato Kooriyama)